Friday, November 16, 2007

Better late than never

Hmm… sudah setahun lebih tidak menulis di blog ini, inipun bisa menulis karena di’ingatkan’ seorang teman yang bilang kenapa blognya tidak update. Iya juga sih setelah dilihat-lihat ternyata terakhir menulis pada bulan April 2006, oh waktu berjalan begitu cepatnya, gak kerasa juga di tahun 2007 ini saya sudah punya 2 momongan, Adel sekarang berumur 3,5 thn dan Agni baru 5 bulan…

Hari ini jumat 16 Nopember 2007, barusan aja ada breafing mendadak dari si Boss yang tiba-tiba aja dan to the point banget ngomongin tentang pelayanan, pelayanan dan pelayanan. Kalo dihitung-hitung udah berapa ratus kali nih si Boss ngomongin itu, tapi herannya di lapangan tidak seperti yang diharapkan, selalu saja terjadi hal-hal di luar keinginan, susah kali ya karena dari awalnya gak biasa dan gak dibiasakan untuk beramah tamah, gak dibiasakan ngomong selamat pagi, selamat siang, selamat malam, terimakasih, mohon maaf… Harusnya semua orang di perusahaan ini ditraining khusus kepribadian seperti yang dilakukan oleh perusahaan-perusahaan di bidang jasa lainnya, tapi ya sutralah keliatannya untuk ke arah itu kecil kemungkinannya (i know this company), intinya di habit… habit… habit.

–Better late than never–

Thursday, April 20, 2006

Musibah lagi, bencana lagi

Welcome back!...
Sudah lama sekali saya tidak mengupdate blog ini dikarenakan kesibukan yang terus menerus tiada henti, setelah dilihat-lihat hampir 3 bulan ini blog tidak pernah diupload berita. Tapi mulai saat ini dan seterusnya mudah-mudahan saya bisa menyempatkan waktu untuk mengupdate selalu blog ini.

Selama hampir 3 bulan ini, kegiatan masih monoton seperti yang dulu-dulu, berangkat pagi hari pulang menjelang petang terkadang sampai malam hari, masih wara wiri terus kesana kemari mencari segenggam berlian (wuihh).

Mau curhat dikit nich....
Tahun 2006 ini banyak sekali kejadian-kejadian alam yang menimpa republik tercinta ini, seperti tanah longsor, banjir, gejala akan meletusnya gunung merapi, demo, musibah terjadinya kecelakaan kereta api yang terus menerus terjadi, pertama kejadian di Medan antara sesama kereta pengangkut barang, beberapa hari setelah itu terjadi lagi kecelekaan kereta api di Jateng antara kereta penumpang Sembrani dan Kertajaya, belum juga selesai dievakuasi terjadi lagi musibah kecelakaan kereta api penumpang Pakuan jurusan JKT-BGR yang menabrak bis Metromini, yang kesemuanya sudah pasti memakan korban jiwa. Belum lagi demonstrasi besar-besaran kaum buruh menentang revisi UU Ketenagakerjaan Indonesia yang setiap saat dilakukan, demo menentang terbitnya majalah PlayBoy yang mengarah ke anarkis, demo yang pro/kontra RUU PP, dan masih banyak lagi kejadian-kejadian lainnya yang bila dituliskan disini membuat isi kepala semakin ruwet.

Kalau kita coba pelajari dan renungi fenomena alam yang terjadi selama ini, sudah jelas kesemuanya itu adalah karena faktor MANUSIA-nya, karena ulah tangan manusia, manusia yang serakah (tamak), manusia yang merusak alam itu sendiri, manusia yang sombong, manusia yang tidak menyembah Penciptanya, sebagaimana firman Allah dalam surat Arr Rum:41 yang artinya adalah :

"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)". (QS. Arr Rum:41).

Sudah saatnya kini kita semua kembali ke jalan Allah yang benar, jalan yang akan membawa kita kepada kebahagiaan yang hakiki. Untuk apa kita bersombong ria karena kita manusia adalah makhluk yang kecil di hadapan Allah, makhluk yang hina di hadapan Allah. Untuk apa kita tamak, serakah mencari kehidupan dunia dengan cara-cara yang haram, apalagi dengan cara yang merugikan orang lain, merugikan rakyat kecil, merugikan fakir miskin, yatim-piatu, naudzu billahi min dzalik.

Sadarlah wahai manusia, kita diciptakan Allah ke dunia ini hanyalah untuk menyembah Allah semata, tidak yang lainnya, sebagaimana firman Allah:

"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku". (QS Adz Dzaariyat:56).

Monday, January 02, 2006

Bakso tikus

Awal tahun 2006 dikagetkan oleh berita liputan tentang bakso (makanan favoritku) yang mengandung boraks dan daging tikus, apalagi ketika tim investigasi salah satu stasiun TV swasta itu melakukan liputan yang katanya di sebuah daerah di Jawa Barat (saya kan tinggal di Jawa Barat), sempet kepikiran juga sih jangan-jangan kejadiannya di daerah saya tuh. Apesnya lagi, makanan2 yang bermasalah akhir-akhir ini adalah makanan yang saya sukai, seperti tahu, ikan asin, jambal roti (mengandung formalin), ditambah lagi sekarang bakso yang sebagian besar pakai boraks bahkan ada penjual bakso yang 'kurang ajar' memakai daging tikus, lalu makanan apa lagi dong yang sekarang ini benar2 bersih? padahal saya makan bakso seminggu minimal 1 kali, tapi dengan adanya berita ini jadi ragu-ragu untuk memakannya, takutnya nanti pas makan bakso ngebayangin tikus, bisa muntah2 tuh.

Yang membuat saya tambah kesal lagi, si penjual bakso tikus itu (dalam wawancara di TV), sambil terkekeh-kekeh ngomong kalau dia sendiri tidak berani memakan bakso yang dibuatnya itu, weleh-weleh $#%#$%#??!!!... alasannya katanya jijik. Kalau anda sendiri jijik, apalagi para konsumenmu seandainya mereka tau, lagian, kenapa sih harus daging tikus?

Saya yakin sih, tidak semua penjual bakso pakai boraks atau daging tikus, tapi untuk membedakannya gimana dong, kalau ditanya ke tukang baksonya, pasti mereka akan jawab bahwa baksonya tidak pakai boraks atau daging tikus, itu sih udah pastilah, mana ada penjual yang membuka aibnya sendiri. Atau sebelum kita beli, si tukang baksonya suruh makan dulu baksonya gitu? itusih pelecehan namanya, kesannya ngga percaya amat. Yahhh... yang paling aman sekarang ini sih jangan dulu makan bakso deh, padahal itu makanan favorit. Tapi kasian juga ya mereka, kalau banyak orang yang berpikiran seperti saya ini sekarang, bisa-bisa ngga laku tuh dagangan bakso mereka, padahal mereka golongan orang yang kurang mampu, serba salah juga.

Untuk kasus seperti ini, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mau menyalahkan stasiun TV yang memberitakannya, ngga mungkin lah, mereka kan hanya mengungkapkan fakta, yang kayak gini emang harus diungkap biar masyarakat tau yang sebenarnya. Semoga aja para penjual bakso 'boraks+tikus' bisa mengambil hikmah dari pemberitaan ini, ke depannya mereka jadi sadar dan tidak menggunakannya lagi, hingga para penikmat bakso (seperti saya ini) tidak lagi ragu-ragu mengkonsumsi bakso.


Saturday, December 31, 2005

Renungan akhir tahun

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2005, besok sudah memasuki tahun 2006, itu artinya usia bertambah satu tahun (tambah tua), ngga kerasa 1 tahun sudah berlalu, padahal masih ingat sekali di benak kepala ini, di tanggal yang sama pada tahun yang lalu, saya dan beberapa teman yang lain (ikhwan-ikhwan yg ada di Dago), sedang repot-repotnya mengurus bantuan dari berbagai kalangan untuk membantu saudara2 kita di Nangroe Aceh Darussalam yang mengalami musibah Tsunami. Ketika itu kami membuka posko bantuan di jl. sumurbandung (Kampus SSC), kok sepertinya baru kemaren ya..., subhanallah, ternyata sudah 1 tahun yang lalu, benar-benar ngga terasa.

Apa yang sudah dilakukan di tahun 2005 ini? sepertinya kok belum melakukan apa-apa ya, dari hari ke hari selama tahun ini hanya melakukan rutinitas sehari-hari yang begitu2 aja, dari rumah pagi hari ke kantor, kerja kesana kemari, pulang ke rumah sore hari, besoknya seperti itu lagi, masyaAllah, kok cuma gitu aja ya.... walaupun emang tiap akhir pekan (hari ahad) selalu kumpul bersama keluarga dan terkadang ikut ta'lim bersama para ikhwan di Dago. Tapi masih banyak yang belum sempat dilakukan di tahun ini, mudah2an tahun depan bisa lebih sempurna lagi dalam menjalani hidup ini.

Ngga terasa juga, Adel, putriku tercinta, sudah semakin besar (hari ini dia 2 tahun kurang 2 bulan) dan semakin pintar aja, sepertinya baru kemaren dia masih seorang bayi merah yang lucu dan menggemaskan, sekarang dia sudah mulai belajar ngomong, hari ini sudah bisa bernyanyi lagu anak2 dan menyebut "Bismillahirrrahmaanirrahiem" walaupun kosa katanya belum jelas betul, dia udah bisa menyebut nama orang-orang di sekitarnya, bukan hanya kedua ortunya, tetangga2 di rumah juga dia sudah bisa menyebut nama2 mereka. Semoga aja dia bisa menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orangtuanya, amien.

Ya Allah, Ya Robb, bimbinglah keluarga kami ke jalan-MU yang benar, jangan KAU lepaskan kami dari genggaman-MU Ya Allah, mudahkanlah urusan kami di dunia dan tempatkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau ridhoi di akhirat-Mu kelak. Luruskan hati dan pikiran kami agar selalu tunduk dan menyembah-Mu serta melaksanakan semua perintah-Mu dan menjauhi semua larangan-Mu. Semoga sisa umur yang KAU berikan pada kami ini, dapat kami manfaatkan untuk menambah bekal kami kelak di akhirat, amien ya robbal 'alamien.