Saturday, December 31, 2005

Renungan akhir tahun

Hari ini adalah hari terakhir di tahun 2005, besok sudah memasuki tahun 2006, itu artinya usia bertambah satu tahun (tambah tua), ngga kerasa 1 tahun sudah berlalu, padahal masih ingat sekali di benak kepala ini, di tanggal yang sama pada tahun yang lalu, saya dan beberapa teman yang lain (ikhwan-ikhwan yg ada di Dago), sedang repot-repotnya mengurus bantuan dari berbagai kalangan untuk membantu saudara2 kita di Nangroe Aceh Darussalam yang mengalami musibah Tsunami. Ketika itu kami membuka posko bantuan di jl. sumurbandung (Kampus SSC), kok sepertinya baru kemaren ya..., subhanallah, ternyata sudah 1 tahun yang lalu, benar-benar ngga terasa.

Apa yang sudah dilakukan di tahun 2005 ini? sepertinya kok belum melakukan apa-apa ya, dari hari ke hari selama tahun ini hanya melakukan rutinitas sehari-hari yang begitu2 aja, dari rumah pagi hari ke kantor, kerja kesana kemari, pulang ke rumah sore hari, besoknya seperti itu lagi, masyaAllah, kok cuma gitu aja ya.... walaupun emang tiap akhir pekan (hari ahad) selalu kumpul bersama keluarga dan terkadang ikut ta'lim bersama para ikhwan di Dago. Tapi masih banyak yang belum sempat dilakukan di tahun ini, mudah2an tahun depan bisa lebih sempurna lagi dalam menjalani hidup ini.

Ngga terasa juga, Adel, putriku tercinta, sudah semakin besar (hari ini dia 2 tahun kurang 2 bulan) dan semakin pintar aja, sepertinya baru kemaren dia masih seorang bayi merah yang lucu dan menggemaskan, sekarang dia sudah mulai belajar ngomong, hari ini sudah bisa bernyanyi lagu anak2 dan menyebut "Bismillahirrrahmaanirrahiem" walaupun kosa katanya belum jelas betul, dia udah bisa menyebut nama orang-orang di sekitarnya, bukan hanya kedua ortunya, tetangga2 di rumah juga dia sudah bisa menyebut nama2 mereka. Semoga aja dia bisa menjadi anak yang sholehah dan berbakti kepada kedua orangtuanya, amien.

Ya Allah, Ya Robb, bimbinglah keluarga kami ke jalan-MU yang benar, jangan KAU lepaskan kami dari genggaman-MU Ya Allah, mudahkanlah urusan kami di dunia dan tempatkanlah kami bersama orang-orang yang Engkau ridhoi di akhirat-Mu kelak. Luruskan hati dan pikiran kami agar selalu tunduk dan menyembah-Mu serta melaksanakan semua perintah-Mu dan menjauhi semua larangan-Mu. Semoga sisa umur yang KAU berikan pada kami ini, dapat kami manfaatkan untuk menambah bekal kami kelak di akhirat, amien ya robbal 'alamien.

Friday, December 30, 2005

Formalin oh formalin

Akhir-akhir ini marak diberitakan di berbagai media massa tentang adanya beberapa makanan yang mengandung formalin, diantaranya terdapat pada tahu, ikan asin, jambal roti, bakso tanpa merk, mie basah, dll, masyarakat menjadi resah. Bahkan hari ini ada berita (di Detik.com) bahwa para ibu telah memboikot tahu dan ikan asin, sehingga para pedagang tahu dan ikan asin mengeluhkan penurunan omzet penjualan mereka hingga 50%.

Formalin yang notabene adalah bahan untuk mengawetkan mayat tersebut ternyata oleh beberapa produsen makanan digunakan untuk bahan pengawet makanan yang mereka produksi, dengan dalih agar supaya makanan seperti tahu bisa bertahan lebih lama lagi. Tapi apakah mereka sadar akan tindakan mereka itu? Apakah mereka tidak tahu akibat yang akan terjadi di kemudian hari?. Seorang dokter mengatakan seperti yang saya lihat di salah satu televisi swasta, fomalin akan berakibat fatal di kemudian hari, bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tanpa bermaksud menyudutkan perbuatan beberapa oknum yang ceroboh itu (saya yakin tidak semua produsen tahu/ikan asin melakukan hal ini), timbul pertanyaan, kenapa harus formalin? Apakah tidak ada bahan lain yang lebih manusiawi? Akibat perbuatan mereka itu bahkan bisa merugikan banyak pihak, bukan hanya para konsumen saja, akan tetapi para pedagang pun (yang tidak tahu menahu) karena mereka hanya menjual saja, ikut dirugikan.

Terlepas dari semua pemberitaan mengenai masalah ini yang semakin diblowup oleh beberapa media massa, harus dicarikan solusi yang terbaik agar di kemudian hari tidak terjadi lagi. Mungkin yang paling berkompeten dalam hal ini adalah pemerintah (dalam hal ini Departemen Industri), untuk memberikan pengarahan kepada para produsen agar tidak menggunakan formalin lagi, dan tentunya harus dicarikan solusi pengganti bahan tersebut (ini yang terpenting). Setelah diberi pengarahan, langkah berikutnya adalah mengawasi (siapa tahu masih ada yang membandel), dan yang lebih penting lagi adalah pemerintah harus mengumumkan kepada masyarakat umum agar mereka tidak khawatir lagi dan kembali mengkonsumsi tahu, ikan asin dan lainnya dan menjamin bahwa makanan-makanan tersebut tidak lagi mengandung formalin.

Thursday, December 29, 2005

Pelajaran berharga

Tiga hari yang lalu, tepatnya pada tanggal 26 Desember 2005, Allah Subhanahu wata'ala benar-benar menunjukkan kebesaran dan kasih sayang kepada hambanya. Kejadian ini saya alami sendiri, ya, saya hampir saja mengalami kecelakaan yang kalau itu sampai terjadi mungkin sekarang saya tidak bisa menuliskan cerita ini. Ceritanya saya sedang melaju dengan motor KX saya di jl. Setiabudhi tepatnya di belokan depan McDonald Setiabudhi, motor melaju dengan kecepatan 60 KM/jam agak terburu-buru karena sedang ditunggu Pak Aris di Sumurbandung, ketika akan menyalip mobil sedan merah dari sebelah kanan, tiba-tiba dari arah jalan Cipaganti muncul mobil sedan biru, dengan seketika juga saya rem motor hingga berbunyi cit cit cit.... dan motor sempat oleng, alhamdulillah saya masih bisa mengendalikan motor (kebetulan motor habis diservis dan sempat dicek kanvas remnya) sehingga rem masih pakem. Jarak motor saya dan kedua mobil sedan itu hanya beberapa jengkal saja. Seandainya tidak ada pertolongan Allah pada saat itu... seandainya tidak ada rahmat Allah pada saat itu... saya mungkin tinggal nama saja.

Ya Allah, terimakasih... hamba bersyukur kepada-MU karna masih diberi kesempatan untuk beribadah kepada-MU. Ya Allah Ya Robb, akan hamba jadikan pelajaran dan hikmah atas kejadian itu.

Pelajaran berharga : sebelum mengendarai motor, baca bismillah, berdoa dan selalu ingat Allah, jangan terbawa emosi ketika terburu-buru, kuasai diri dan kendaraan, kalau ada persimpangan jalan yg menuju satu jalur jangan menyalip dari sebelah kanan atau kurangi kecepatan.

Ingat!! Allah memberikan suatu kejadian kepada kita untuk kita renungi dan untuk diambil hikmah serta pelajarannya.

Kenyang...

Akhirnya, undangan Ibu Ani untuk makan-makan di Panyawangan Dago terlaksana juga, ini saya baru pulang dari sana, hmm... kenyang, kenyang. Gimana ngga kenyang, wong yang dimakan tuh nasi timbel komplit yang spesial pula, mumpung gratis yang dipesen juga mesti yang spesial2 deh. Kapan lagi kan bisa begini, mumpung ditraktir kan.

Tadi yang datang itu selain Ibu Ani, ada juga bu Lisna, bu Ussi (yang centil), bu Putri (new member) dengan anaknya, pak Dayat (kakaknya bu Lisna) dan saya sendiri. Ada yang ngga bisa datang juga ya, tapi saya ngga tahu namanya siapa, yang jelas ibu-ibu semuanya deh.

Acara makan-makan tadi semakin seru aja dengan celotehan2 bu Ussi, si ibu yang satu ini bener-bener emberr ya, ngomooong terus... trus omongannya tuh agak-agak jorkai itu lagi, tapi asik juga sih, mungkin kalau ngga ada bu Ussi acaranya kurang rame. Setelah makan siang selesai dilanjutkan dengan pengarahan dari bu Ani sebagai UM, intinya bu Ani menekankan kepada kami untuk membuat goal yang baru dalam menyongsong tahun baru 2006 yang tinggal beberapa hari lagi, bu Ani bilang, tahun baru dengan goal baru (tentunya yang lebih oke dong).

Oke deh gitu dulu, ayo Do, lebih giat lagi bekerja dan carilah lebih banyak lagi prospek2, toh si ibu-ibu itu siap membantu, apalagi yang namanya bu Ussi tuh, katanya siap siang malam untuk dihubungi kalau ada prospekan, apalagi katanya ditemenin sama Edo, eit bisa aja nih si ibu, iya deh bu nanti kalau ada yang perlu diprospek, saya akan hubungi ibu.

Undangan Makan2

Wuihh, asik euy... hari ini jam 11:00 AM saya diundang oleh Ibu Ani untuk makan-makan di RM Panyawangan Dago, katanya sih sekalian mau ada yang dibicarakan (baca: meeting), kebetulan yang diundang tuh grup unitnya Ibu Ani, diantaranya bu Lisna, bu ussi, kakaknya bu Lisna (sapa ya namanya? lupa euy), tapi kata bu Lisna sih saya harus datang biar bisa nemenin kakaknya, karena kalau saya ngga datang kakaknya dia yang cowok itu nanti sendirian ngga ada yang nemenin, karena emang yang ikutan meeting itu semuanya ibu-ibu, weleh-weleh.

Yang namanya diundang apalagi untuk makan2 di RM favourite lagi, harus dan wajib hukumnya untuk datang, hehehe..., dasar lo Do makan aja yang dipikirin, iya dong kapan lagi bisa makan enak, di Panyawangan lagi man!.

Ya udah deh saya mau siap-siap dulu nih, sebentar lagi kan jam 11:00.... horeeee makan enak euy!!!

Wednesday, December 28, 2005

Finally....

Akhirnya, terlaksana juga keinginan yang sudah lama terpendam, yaitu memiliki sebuah blog. Persis di penghujung tahun 2005 ini, tepatnya pada tanggal 27 Des 2005 pukul 11:55 AM.