Friday, December 30, 2005

Formalin oh formalin

Akhir-akhir ini marak diberitakan di berbagai media massa tentang adanya beberapa makanan yang mengandung formalin, diantaranya terdapat pada tahu, ikan asin, jambal roti, bakso tanpa merk, mie basah, dll, masyarakat menjadi resah. Bahkan hari ini ada berita (di Detik.com) bahwa para ibu telah memboikot tahu dan ikan asin, sehingga para pedagang tahu dan ikan asin mengeluhkan penurunan omzet penjualan mereka hingga 50%.

Formalin yang notabene adalah bahan untuk mengawetkan mayat tersebut ternyata oleh beberapa produsen makanan digunakan untuk bahan pengawet makanan yang mereka produksi, dengan dalih agar supaya makanan seperti tahu bisa bertahan lebih lama lagi. Tapi apakah mereka sadar akan tindakan mereka itu? Apakah mereka tidak tahu akibat yang akan terjadi di kemudian hari?. Seorang dokter mengatakan seperti yang saya lihat di salah satu televisi swasta, fomalin akan berakibat fatal di kemudian hari, bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, bahkan bisa menyebabkan kematian.

Tanpa bermaksud menyudutkan perbuatan beberapa oknum yang ceroboh itu (saya yakin tidak semua produsen tahu/ikan asin melakukan hal ini), timbul pertanyaan, kenapa harus formalin? Apakah tidak ada bahan lain yang lebih manusiawi? Akibat perbuatan mereka itu bahkan bisa merugikan banyak pihak, bukan hanya para konsumen saja, akan tetapi para pedagang pun (yang tidak tahu menahu) karena mereka hanya menjual saja, ikut dirugikan.

Terlepas dari semua pemberitaan mengenai masalah ini yang semakin diblowup oleh beberapa media massa, harus dicarikan solusi yang terbaik agar di kemudian hari tidak terjadi lagi. Mungkin yang paling berkompeten dalam hal ini adalah pemerintah (dalam hal ini Departemen Industri), untuk memberikan pengarahan kepada para produsen agar tidak menggunakan formalin lagi, dan tentunya harus dicarikan solusi pengganti bahan tersebut (ini yang terpenting). Setelah diberi pengarahan, langkah berikutnya adalah mengawasi (siapa tahu masih ada yang membandel), dan yang lebih penting lagi adalah pemerintah harus mengumumkan kepada masyarakat umum agar mereka tidak khawatir lagi dan kembali mengkonsumsi tahu, ikan asin dan lainnya dan menjamin bahwa makanan-makanan tersebut tidak lagi mengandung formalin.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home