Bakso tikus
Awal tahun 2006 dikagetkan oleh berita liputan tentang bakso (makanan favoritku) yang mengandung boraks dan daging tikus, apalagi ketika tim investigasi salah satu stasiun TV swasta itu melakukan liputan yang katanya di sebuah daerah di Jawa Barat (saya kan tinggal di Jawa Barat), sempet kepikiran juga sih jangan-jangan kejadiannya di daerah saya tuh. Apesnya lagi, makanan2 yang bermasalah akhir-akhir ini adalah makanan yang saya sukai, seperti tahu, ikan asin, jambal roti (mengandung formalin), ditambah lagi sekarang bakso yang sebagian besar pakai boraks bahkan ada penjual bakso yang 'kurang ajar' memakai daging tikus, lalu makanan apa lagi dong yang sekarang ini benar2 bersih? padahal saya makan bakso seminggu minimal 1 kali, tapi dengan adanya berita ini jadi ragu-ragu untuk memakannya, takutnya nanti pas makan bakso ngebayangin tikus, bisa muntah2 tuh.
Yang membuat saya tambah kesal lagi, si penjual bakso tikus itu (dalam wawancara di TV), sambil terkekeh-kekeh ngomong kalau dia sendiri tidak berani memakan bakso yang dibuatnya itu, weleh-weleh $#%#$%#??!!!... alasannya katanya jijik. Kalau anda sendiri jijik, apalagi para konsumenmu seandainya mereka tau, lagian, kenapa sih harus daging tikus?
Saya yakin sih, tidak semua penjual bakso pakai boraks atau daging tikus, tapi untuk membedakannya gimana dong, kalau ditanya ke tukang baksonya, pasti mereka akan jawab bahwa baksonya tidak pakai boraks atau daging tikus, itu sih udah pastilah, mana ada penjual yang membuka aibnya sendiri. Atau sebelum kita beli, si tukang baksonya suruh makan dulu baksonya gitu? itusih pelecehan namanya, kesannya ngga percaya amat. Yahhh... yang paling aman sekarang ini sih jangan dulu makan bakso deh, padahal itu makanan favorit. Tapi kasian juga ya mereka, kalau banyak orang yang berpikiran seperti saya ini sekarang, bisa-bisa ngga laku tuh dagangan bakso mereka, padahal mereka golongan orang yang kurang mampu, serba salah juga.
Untuk kasus seperti ini, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mau menyalahkan stasiun TV yang memberitakannya, ngga mungkin lah, mereka kan hanya mengungkapkan fakta, yang kayak gini emang harus diungkap biar masyarakat tau yang sebenarnya. Semoga aja para penjual bakso 'boraks+tikus' bisa mengambil hikmah dari pemberitaan ini, ke depannya mereka jadi sadar dan tidak menggunakannya lagi, hingga para penikmat bakso (seperti saya ini) tidak lagi ragu-ragu mengkonsumsi bakso.
Yang membuat saya tambah kesal lagi, si penjual bakso tikus itu (dalam wawancara di TV), sambil terkekeh-kekeh ngomong kalau dia sendiri tidak berani memakan bakso yang dibuatnya itu, weleh-weleh $#%#$%#??!!!... alasannya katanya jijik. Kalau anda sendiri jijik, apalagi para konsumenmu seandainya mereka tau, lagian, kenapa sih harus daging tikus?
Saya yakin sih, tidak semua penjual bakso pakai boraks atau daging tikus, tapi untuk membedakannya gimana dong, kalau ditanya ke tukang baksonya, pasti mereka akan jawab bahwa baksonya tidak pakai boraks atau daging tikus, itu sih udah pastilah, mana ada penjual yang membuka aibnya sendiri. Atau sebelum kita beli, si tukang baksonya suruh makan dulu baksonya gitu? itusih pelecehan namanya, kesannya ngga percaya amat. Yahhh... yang paling aman sekarang ini sih jangan dulu makan bakso deh, padahal itu makanan favorit. Tapi kasian juga ya mereka, kalau banyak orang yang berpikiran seperti saya ini sekarang, bisa-bisa ngga laku tuh dagangan bakso mereka, padahal mereka golongan orang yang kurang mampu, serba salah juga.
Untuk kasus seperti ini, tidak bisa menyalahkan siapa-siapa, mau menyalahkan stasiun TV yang memberitakannya, ngga mungkin lah, mereka kan hanya mengungkapkan fakta, yang kayak gini emang harus diungkap biar masyarakat tau yang sebenarnya. Semoga aja para penjual bakso 'boraks+tikus' bisa mengambil hikmah dari pemberitaan ini, ke depannya mereka jadi sadar dan tidak menggunakannya lagi, hingga para penikmat bakso (seperti saya ini) tidak lagi ragu-ragu mengkonsumsi bakso.

